Jumat, 14 November 2014

Penyimpanan Data Pada Koputer

PENYIMPANAN DATA PADA KOMPUTER

Penyimpanan data komputer, berasal dari bahasa Inggris "computer data storage" sering disebut sebagai memori komputer, merujuk kepada komponen komputer, perangkat komputer, dan media perekaman yang mempertahankan data digital yang digunakan untuk beberapa interval waktu. Penyimpanan data komputer menyediakan salah satu tiga fungsi inti dari komputer modern, yakni mempertahankan informasi. Ia merupakan salah satu komponen fundamental yang terdapat di dalam semua komputer modern, dan memiliki keterkaitan dengan mikroprosesor, dan menjadi model komputer yang digunakan semenjak 1940-an.
         Teknologi yang makin pesat, membawa banyak sekali perubahan pada wajah dunia dan peradaban manusia. Khususnya pada bidang komputerisasi dan layanan media penyimpanan (data storage), tercipta berbagai macam perangkat baru yang canggih.  Berikut ini beberapa media penyimpanan
  1. Media Penyimpanan Data Magnetik
Media penyimpanan data magnetik mempunyai lapisan magnet untuk menuliskan data dalam bentuk guratan-guratan magnetik. Contoh media penyimpanan jenis ini adalah disket dan harddisk.



Disket

Disket merupakan salah satu media penyimpan data magnetis. Disket dengan ukuran 3,5 inch mempunyai kapasitas 1,44 Megabyte. Disket sebaik nya di hindarkan dari panas, medan magnet, dan tekukan karena dapat menyebabkan kerusakan. Media penyimpanan ini mempunyai prinsip permanfaatan medan magnet yang terdapat pada lapisan permukaan plastik berbentuk bundar sebagai media penyimpanan data disket masih beresiko untuk terjangkit virus komputer. Alat untuk membaca dan menulis di sebut Floppy disk drive.

   
     Harddisk
Harddisk merupakan media utama penyimpan berbagai data dan program komputer. Harddisk mampu menampung data dalam jumlah yang sangat besar dengan kecepatan akses yang tinggi. Di dalam harddisk terdapat lempengan-lempengan logam bundar yang di susun berlapis-lapis serta terdapat motor penggerak lempeng logam. Hingga kini harddisk menyimpan data hingga puluhan gigabyte bahkan cenderung bertambah besar.

2. Media Penyimpan Data Optik
Media penyimpan data optik cirinya menggunakan sinar laser untuk membaca data sehingga akses nya lebih cepat dan dapat di gunakan untuk menyimpan data dalam volume lebih besar. Contoh media penyimpanan data optik adalah Compact Disk atau CD. Keping CD atau yang sering di sebut dengan piringan data adalah salah satu media penyimpan data yang bersifat optik. Biasanya CD mempunyai kapasitas penyimpanan 700-800 Megabyte. Keping CD ada 2 yaitu keping CD yang berdiameter lebar dan keping CD yang berdiameter kecil.
Kepingan CD ada bermacam jenis nya yaitu :
        
 a) Compact Disk Read Only Memory atau CD-ROM berfungsi hanya untuk menyediakan informasi data saja.
      
   b) Compact Disk Recordable atau CD-R berfungsi untuk merekam data sekali, selanjut nya hanya dapat di baca saja.
      
  c) Compact Disk Rewriteable atau CD-RW berfungsi untuk merekam dan menulis ulang data yang telah di simpan.
     
    d.) Digital Versatile Disk atau DVD berfungsi untuk menyimpan data dalam kapasitas besar dan cocok untuk penyimpanan audio visual seperti sinema.


3. Media Penyimpan Data Elektronik
Ciri media penyimpan data jenis ini antara lain adalah sebagai berikut ini.
-    Di dalam nya terdapat komponen elektronik.
-    Kapasitas penyimpanan dapat lebih besar dari media magnetis.
-    Harga relatif mahal karena seluruh operasi bersifat elektronik sehingga operasinya
     cepat.
-         Kecepatan akses pemrosesan data sangat tinggi.

Contoh media penyimpan data elektronik adalah Flashdisk. Dewasa ini telah banyak beredar USB port yang berfungsi sebagai media penyimpan eksternal dalam kapasitas yang besar. Secara fisik bentuk alat ini cukup simpel hanya seukuran ibu jari namun memiliki kapasitas yang bervariasi mulai dari 128 MB, 256 MB hingga 1 GB.

SEJARAH PERKEMBANGAN MEDIA PENYIMPANAN
Sekarang ini orang masih menganggap media penyimpanan data menggunakan Hardisk Disk Drive (data storage) berkapasitas 500 GB masih terlalu kecil untuk memuat data-data mereka. Namun bayangkan jika teknologi ini dibawa pergi menuju masa lalu (sekira tahun 1981) ketika orang hanya baru mengenal media bernama diskette berkapasitas 360 KB.
Selain itu, perkembangan media penyimpanan data juga meningkat sangat pesat. Orang mungkin tidak menyangka bahwa awan sekarang dapat digunakan untuk menyimpan data  (Cloud Storage) atau berbasis internet.  Jadi sekarang ini, manusia benar-benar mampu memanfaatkan langit dan bumi untuk  kepentingannya.
Berikut ini akan diulas sejarah media penyimpanan data dari beberapa tahun silam.

          Tahun 1956, IBM perusahaan perangkat keras asal Amerika merilis mesin bernama IBM 305 RAMAC. RAMAC adalah computer komersial pertama yang tersusun dari 50 keping disc berukuran 24 inci. Hal ini yang menjadikan RAMAC  memiliki bobot hampir 1 ton. Random Access Method of Accounting and Control adalah singkatan dari RAMAC.




Komputer ini dirancang untuk kebutuhan akutansi bisnis. RAMAC memiliki kapasitas memori sebesar 3,75 MB dan pertama kali digunakan oleh industri otomotif di Amerika yakni Chrysler dan Mopar.
Waktu berlalu, pada 1976 ditemukanlah Floppy Disk yang berkapasitas 360 KB. Dari sisi muatan memang jauh lebih kecil, namun dari sisi materi, media ini sungguh suatu kemajuan.

 Floppy disk hanya berukuran 8 inci dengan hanya mode read only. Media ini juga m
engalami banyak perkembangan baik dari ukuran (3 inci) maupun kapasitasnya (sekira 250 MB).
Masuk pada 1980 Seagate mengembangkan media penyimpanan bernama Seagate ST-506. 


          Hardisk ini memiliki kecepatan putaran hingga 7200rpm yang berada diatas kecepatan putaran standar hardisk saat ini yaitu sekitar 5400rpm. Ukurannya sendiri sebesar 5,25 inci dan memiliki kapasitas memori 5 MB.
Kemudian produsen hard disk international Western Digital, memperkenalkan Western Digital Caviar pada 1990.




Perangkat ini memiliki memori sebesar 40 MB. Hard disk ini dklaim sebagai media penyimpanan terbaik pada saat itu. Desainnya yang rapih dan bersih, juga didukung dengan aksesnya yang cepat di zamanya.
Perusahaan hard disk mulai tergerak untuk menciptakan Media penyimpanan dengan kapasitas (GB) Giga Byte pada awal 90an. Seagate Barracuda pada 1992, menjadi salah satu perangkat yang memiliki kapasitas besar, yakni sekira 2,1 GB.
Setelah itu, barulah ditemukan piringan bulat bening bernama CD-ROM. Benda ini mulai mewarnai pasaran data storage pada 1994. Piringan ini memiliki kapasitas     650-700 MB.
Dahulu cakram optik ini hanya dapat dibaca saja (read-only) tetapi sekarang ini, CD ROM makin berkembang sehingga dapat ditulis berulang kali (Re-Write/RW) yang lebih dikenal dengan nama CD-RW.
Tidak mau ketinggalan, Sony melakukan inovasi besar-besaran pada 1999 dengan menciptakan Secure Digital Card (SD Card). Media itu berkapasitas  2 GB dan masih berukuran agak besar dibanding microSD.
Memasuki 2006 Seagate Barracuda bertransformasi dengan kapasitas lebih besar yakni, 750 GB. Selain itu Sandisk juga ikut memperkenalkan SDHC memory card berkapasitas 32 GB class 4 pada tahun yang sama.

  

Media penyimpanan semakin kecil tapi kapasitasnya semakin besar, itulah yang terjadi pada abad modern. Sony kembali memperkenalkan Sony XC Memory Stick yang berkapasitas 2TB (terabyte) atau sekira 2000 GB. Ukuranya sangat kecil dan memiliki kecepatan transfer yang mumpuni untuk memindahkan data.
Barulah, pada 2013 Dell memanfaatkan teknologi penyimpanan awan atau Cloud Storage pada flashdisk bernama Dell Ophelia. Alat ini berbentuk seperti flashdisk dan memiliki kapasitas penyimpanan yang tidak terbatas. Bahkan bentuk dan modelnya pun beragam. Dan kini benda tersebut tengah diganderungi.

Bukan hanya itu, beberapa perusahaan teknologi seperti Google dan Microsoft juga menyediakan media penyimpanan berbasis Cloud terbatas secara gratis lewat aplikasi Google Drive, Sky Drive, dan DropBox.

Penyimpanan berbagai dokumen dalam volume yang sangat besar, dapat dikerjakan menjadi lebih ekonomis sejak penemuan teknologi penyimpanan digital. Format elektronik pada Magnetic Disk mulai mendampingi format cetak pada media kertas ketika sejumlah pangkalan data online mulai didirikan pada pertengahan tahun enam puluhan, kemudian Optical Diskmenyusul pada pertengahan tahun delapan puluhan (McDonel, 1993 : 7). Digitalisasi informasi semakin laju berkembang pada akhir tahun delapan puluhan, dan berlanjut hingga saat ini. Secara berangsur-angsur perkembangan format elektronik semakin populer dan koeksis dengan format cetak. Pada tahap awal perkembangannya, format magnetik dan optik umumnya digunakan untuk menyimpan informasi sekunder seperti bibliografi dan indeks. Baru pada perkembangan selanjutnya format elektronik mencakup teks penuh (full text ) dari informasi primer, seperti artikel majalah ilmiah, laporan penelitian, dan sebagainya. Kemudian pada perkembangan selanjutnya, format elektronik memuat citra penuh (full image), sehingga tampilannya di layar komputer terlihat persis seperti versi cetaknya, dan hasil print out-nya terlihat seperti dokumen aslinya. Perkembangan digitalisasi informasi tersebut dipengaruhi oleh laju pertumbuhan informasi yang ekponensial di satu sisi, serta meningkatnya kemampuan teknologi informasi khususnya computer.




REFRENSI






Tidak ada komentar:

Posting Komentar